MAU SUKSES DAN KAYA KLIK BAWAH INI....

KONSULTASI Email ke : mbahkahono@gmail.com

Lokasi Pesugihan ( Part 2 )

Disekitar kita sudah kerap kali berkisah tentang dunia pesugihan. Memang, tak bisa dimungkiri perkara gaib ini sungguh-sungguh ada dalam kenyataan yang sebenarnya....
Di Desa Citarik, Sukabumi, ada sebuah goa kecil yang bernama Goa Gedung Manik. Menurut Pak Ujang, Kuncen goa keramat tersebut, tempat itu sering dikunjungi oleh masyarakat, bahkan pejabat pun sempat pula datang. Tujuan para peziarah itu yang pasti adalah ingin mendapatkan keberkahan hidup, kelancaran rizki serta keselamatan.

Goa kecil yang panjangnnya sekitar 15-20 meter itu konon sejak 200 tahun hingga kini dihuni oleh apa yang disebut sebagai Ibu Ratu Kidul, salah satu keturunan Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan. Demikian dikatakan Pak Ujang.
Masih menurut Pak Ujang, para peziarah hanya diperbolehkan masuk setelah memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya menyediakan aneka sajen serta laku kusus yang tujuannya tak lain sebagai pelancar hubungan dengan penghuni gaib goa tersebut.
Ketika didatangi Misteri, Pak Ujang selaku juru kunci menjelaskan pula sejarah Goa Gedung Manik yang sangat panjang.
Pak Ujang yang mengaku sebagai generasi juru kunci keempat menolak keras kalau ada sebagian masyarakat yang ingin melakukan pemujaan di goa ini. Dia lebih suka mengistilahkan kunjungan ke goa itu dengan sebutan ziarah. Akan tetapi, sudah lama tersiar kabar bahwa Goa Gedung Manik merupakan tempat "muja" yang ampuh.
"Muja adalah meminta kepada selain Allah, sedangkan ziarah memohon doa melalui para wali suci, imam serta orang-orang yang dekat dengan Allah," tandas Pak Ujang.
Goa Gedung Manik yang sampai sekarang masih banyak dikunjungi orang ternyata tidak membedakan latar belakang keagamaan. Namun Pak Ujang berpesan, bagi yang berama Islam supaya bersuci dulu sebelum memohon hajat di goa ini. Hal ini selain memperlancar hubungan gaib dengan para ruh leluhur, juga mendekarkan diri pada keridhaan Allah. Bagaimana seandainya syarat itu tak dipatuhi?
Pak Ujang berkisah, beberapa orang pernah melanggar, konsekuensinya mereka kerasukan ruh jahat, gila, bahkan sampai mengorbankan nyawa.
Teguran yang paling ringan adalah yang pernah dialami sepasang pemuda yang sedang memadu kasih di dalam goa. Mereka langsung dilempar batu oleh penghuni gaib tempat itu.
Kepada Misteri, Juru Kunci ini juga menerangkan bahwa sebagian pengunjung tempat ini merasa puas setelah berziarah. Terbukti dengan berbagai jasa baik kepada Pak Ujang yang menandakan hajat mereka telah terpenuhi.
Bagaimana dengan cerita pesugihan Goa Gedung Manik? "Itu tidak benar. Terlalu dilebih-lebihkan!" Tandas Pak Ujang.
Yang unik, tak jauh dari Goa Gedung Manik ada sebuah goa lain yang disebut sebagai Goa Lalay (kelelawar). Goa Lalay sebetulnya masih satu badan dengan Goa Gedung Manik. Goa ini kendati tak memiliki legenda pesugihan namun memiliki sisi menarik tersendiri. Setiap sore, kita akan melihat ribuan kelelawar yang berhamburan dari mulut goa dengan disertai suara desingan yang indah. Saking banyaknya, goa yang panjangnya tak kurang dari 10 meter itu sering dikunjungi wisatawan mancanegara, bahkan orang pintar pun terkadang kesana.
Di sebelah kiri Goa Lalay ada sebuah goa kecil yang mirip dengan lubang air. Goa ini diberi nama Goa Landak. Menurut penjaga tempat ini yang enggan disebut identitasnya, goa kecil itu pernah didatangi tamu misterius asal Cirebon.
"Orang pintar dari Cirebon yang mengirimkan tamu itu agar memasuki Goa Landak. Saya menerima tamu misterius itu awal bulan Mei 1999 silam pada malam hari. Kata tamu itu, dirinya akan mencairkan uang kuno milik Bung Karno menjadi uang rupiah masa sekarang. Tentu saja saya tertawa. Mana mungkin pekerjaan itu bisa dilakukan?" Kisah sang juru kunci.
Karena terbalut rasa penasaran, akhirnya dia mengintip prosesi upacara gaib yang dilakukan si tamu asing itu. Benar saja, setelah malam menuju puncaknya, entah bagaimana, tumpukan uang kertas kuno bergambar Bung Karno itu tiba-tiba saja berubah menjadi gepokan uang kertas lima puluh ribuan.
"Menurut tamu itu, uang tersebut memang berasal dari alam gaib, namun bisa dipergunakan manusia, dengan syarat harus mensedakohkan sebagian kepada fakir miskin serta orang-orang kecil lainnya agar menjadi berkah," ungkap sang juru kunci lagi. Dia menegaskan bahwa uang kuno bergambar Bung Karno yang berhasil disulap jadi lembaran lima puluh ribuan rupiah itu jumlahnya amat banyak.
"Saya tidak tahu berapa angka persisnya," tegasnya seraya mengakui bahwa dia sendiri sempat kecipratan uang dari alam gaib tersebut.
Muja atau pesugihan merupakan perjanjian antara manusia dengan bangsa setan. Ritual ini kerap ditebus dengan harta, uang, bahkan tak jarang pula dengan nyawa sendiri. Alangkah mahalnya.
Di Malang, Jawa Tengah, ada tempat pesugihan yang sudah terkenal ke mana-mana, bahkan sampai ke manca negara. Apalagi kalau bukan Gunung Kawi. Tempat keramat ini sejak dulu telah dijadikan ajang pendulangan harta gaib. Umumnya, mereka yang datang kesana meminta kekayaan materi. Tapi tak jarang pula jabatan, kecantikan, bahkan kelanggengan usia. Tentu saja dengan sejumlah syarat kusus yang tak main-main.
Di Sragen, Jawa Tengah, ada pula jalur penambangan uang gaib. Masyarakat disana lebih suka menyebutkan praktek Peminjaman Uang Gaib. Sudah banyak orang yang mencoba dan konon berhasil. Mereka semula tak menyangka pada pekerjaan mustahil itu, namun setelah ada hasilnya mereka jadi ketagihan. Sutoyo misalnya. Karyawan paramedis yang tinggal di Sragen ini mengaku sempat menikmati uang gaib hasil ritual gaibnya dengan mahluk dunia maya. Demikian pula Pak Haris. Kepada Misteri, dia menceritakan pernah tertarik dengan praktek peminjaman uang gaib tersebut.
"Waktu itu tahun 1994. Saya mulai mencoba melakukannya. Oleh kuncen sakti itu, saya disuruh menyediakan uang seratus ribu guna modal awalnya. Benar saja, ketika sudah menunggu 40 hari, karung yang semula kosong kini telah dipenuhi tumpukan penuh uang yang terbungkus rapih. Katanya, uang tersebut hasil jarahan para jin yang telah ditugaskan kuncen untuk memenuhi permohonan sang pemuja," kisah Pak Haris. Namun, dia menolak bercerita berada jumlah, dan dikemanakan uang sebanyak itu.
Lain lagi dengan pengalaman yang dilakoni oleh Sarlito. Dia tidak melalui jalur peminjaman uang gaib ataupun muja ke Gunung Kawi. Hidupnya berubah berkat melakukan ritual yang disebutnya sebagai Pesugihan Bajang Kembar.
Sarlito mengaku, sejak melakukan pesugihan itu, perekonomiannya semakin baik bahkan berlebihan. Tentu saja syaratnya tak mudah. Selain sudah dititisi bakat ilmu sesat tersebut, biasanya sesudah melakukan pemujaan orang itu akan jadi seks maniak.
"Pesugihan Bajang Kembar mengharuskan pelakunya melakukan zinah sebanyak-banyaknya dengan wanita selain istrinya," tegas Sarlito tanpa tedeng aling-aling.
Bajang Kembar itu sendiri sebetulnya adalah dua bocah gaib yang kembar, bisa dipergunakan untuk menumpuk kekayaan secara gaib. Tentu saja permohonan itu baru dikabulkan jika sudah mengadakan perjanjian dengan sang pemilik Bajang Kembar tersebut.
Di Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Misteri berhasil mengendus kisah seorang pemilik hotel yang kedapatan praktek muja. Menurut sumber yang wanti-wanti tak mau disebutkan namanya, orang tesebut sengaja menciptakan kamar pribadinya di antara kamar hotel miliknya.
Diceritakan, pernah seorang karyawan hotel tersebut mendengar suara aneh di kamar misterius itu. Kejadian ganjil ini berlangsung tepat tengah malam, persisnya ketika si Room Boy sedang membersihkan kamar di sebelah kamar khusus dimaksud. Pada saat yang sama dia mendengar suara ringkikan kuda serta desisan ular yang saling bersahutan.
Rupanya, bukan hanya pemuda ini saja yang sempat menyimak keanehan tersebut. Beberapa karyawan lain di hotel itu juga pernah menyimak pengalaman yang sama. Apalagi sejak kejadian aneh itu, pemilik hotel berbintang satu itu semakin makmur hidupnya. Hal ini menambah kuat indikasi masyarakat terhadapnya.
Lain lagi kisah yang terjadi di daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di daerah ini ada sebuah lokasi pesugihan yang disebut sebagai Pesugihan Kandang Bubrah. Menurut Wongso, salah seorang pelaku pesugihan ini, siapapun yang ingin berlimpah harta lewat ritual Pesugihan Kandang Bubrah, maka mereka harus merenovasi rumahnya setahun sekali. Sedangkan syarat rutinnnya melakukan intim dengan lawan jenis yang bukan pasangannya.
"Kalau Anda melakukan poesugihan ini, maka Anda harus mengikhlaskan isteri Anda ditiduri pria lain. Demikian juga isteri Anda, juga harus ikhlas mengijinkan suaminya tidur dengan perempuan lain," ungkap Wongso.
Dia menceritakan, bahwa dia dan istrinya sudah melakukan Pesugihan Kandang Bubrah itu, dan kekayaan mereka terus meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Dari sumber yang dapat dipercaya, Misteri menemukan sejumlah daerah rawan ritual setan yang semakin diminati masyarakat. Diantaranya wilayah Sragen, Malang, Slawi, Bogor, Bandung dan beberapa daerah di wilayah Jawa Timur.
Misteri juga mendapat kisah tentang pesugihan lain yang disebut sebagai Pesugihan Ratu Biawak yang konon bermarkas di Gunung Slawi. Konon, persyaratan muja jenis ini masih tergolong ringan. Setelah mengucap janji setia dengan Sang Ratu Biawak, si pemuja harus telanjang bulat di daerah rawa-rawa. Ketika melihat wanita, diusahakan agar dapat memanggilnya, lalu menyuruh wanita tersebut untuk memegang kemaluannya. Itu saja persyaratannya. Setelah persyaratan itu terpenuhi, biasanya uang segera dikirim ke kamar pribadinya.
Pesugihan lain yang tak kalah uniknya adalah Pesugihan Siluman Kuda. Pesugihan ini dapat dipraktekan oleh siapapun, dengan syarat harus menemui kuncennya yang tinggal di atas sebuah gunung di Jawa Timur, yang tak dijelaskan apa namanya dan di mana lokasinya. Namun, Pesugihan Siluman Kuda ini memerlukan tumbal, yaitu orang-orang yang disayangi, seperti anak, istri atau sanak keluarga sendiri.
Jika semua perjanjian dan syarat itu telah terpenuhi maka Raja Siluman Kuda akan segera mengirim uang dalam jumlah yang sulit diterima akal. Uniknya, utusan Raja Siluman itu mengutus kuda beserta gerobak kayu yang secara gaib dapat dilihat oleh orang yang peka mata bhatinnya. Konon, gerobak itu berisi penuh sejenis daun sirih namun panjang yang diberikan oleh Raja Siluman Kuda. Pada saat kiriman itu diterima oleh sang pemuja, maka daun dalam gerobak itu bisa berubah menjadi uang kertas pecahan lima puluh ribuan, atau seratus ribuan. Peristiwa gaib ini akan terus berlangsung selama sang Pemuja masih setia dengan perjanjiannya.
Lain lagi dengan kisah Pesugihan Ratu Ular. Si pemuja harus melakukan perjanjian setia dengan Sang Ratu. Karena itu dia harus menetap di kamar untuk waktu-waktu tertentu, dan hanya boleh keluar seperlunya saja. Pasalnya, jika sewaktu-waktu Sang Ratu ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya pada saat si pemuja tak ada di kamar, maka Sang Ratu akan murka.
Pesugihan jenis ini lebih dikenal dengan nama Ngipri, pelakunya dinamakan Centring Manik. Mengenai jumlah kekayaan yang didapat, hampir tak dibatasi, asal kuat saja melayani libido seks Sang Ratu Ular.
Konon bagi orang yang melihat persetubuhan terlarang ini, dan kebetulan sang pemuja melihatnya, maka spontan si pengintip itu akan mati secara mendadak.
Secara fisik, persetubuhan itu amat mengerikan. Ya, sebab si pemuja sesungguhnya bersetubuh dengan seekor ular raksasa berkepala perempuan cantik. Namun di mata si pemuja, Sang Ratu berwujud gadis cantik bak bidadari kayangan. Pada saat persetubuhan itu berlangsung, sisik ular itu rontok secara perlahan. Makin lama maka sisik itu semakin banyak, dan setelah usai, sisik itu akan berubah menjadi kepingan emas. Demikian menurut cerita. Benar dan tidaknya tentu amat sulit kita buktikan.