MAU SUKSES DAN KAYA KLIK BAWAH INI....

KONSULTASI Email ke : mbahkahono@gmail.com

Telah Di Buka Loket Bank Gaib

Fenomena uang gaib memang sesuatu yang nyaris sulit dipercaya. Sudah sejak lama orang berputar-putar pada sebuah pertanyaan: “Benarkah uang gaib ini ada dan bisa didatangkan?”
Memang, tak mudah menjawab pertanyaan tersebut, terlebih ketika kita menganalisis masalah uang gaib ini dari sudut logika. Tentu yang ada hanya kebuntuan belaka. Bagaimana mungkin ada tumpukan uang di alam nun jauh di seberang sana? Lalu, siapa yang memilikinya, dan bagaimana uang tersebut bisa tersedia? Yang paling membingungkan, dengan cara seperti apa uang itu bisa dihadirkan ke dunia nyata?Semua pertanyaan tersebut bisa membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya. Jangankan mencari jawabannya, untuk membayangkannya saja bisa membuat kita senewen.
Namun, kesenewenan itu juga yang membuat fenomena ini selalu menyedot perhatian. Terlebih di zaman krisis ekonomi seperti sekarang ini. Buktinya, ketika Misteri memuat artikel tentang Ritual Mendatangkan Uang di Bawah Sajadah, maka staf redaksi kami kewalahan menjawab telepon, belum lagi faks dan email. Semua pertanyaan dan surat yang masuk bernada sama dan sebangun, yakni: “Benarkah ritual tersebut bisa dibuktikan?”
Tentu, kami tidak dapat menjawab “benar” atau “tidak.” Namanya saja hal gaib, pasti tak mudah diberi label “benar” atau “tidak” bila kita belum membuktikannya sendiri, atau setidaknya pernah mendengar kesaksian dari seseorang yang pernah membuktikannya. Sinyalemen terakhir ini, setidaknya cukup menjadi alasan bagi Misteri bahwa ritual tersebut sangat mungkin kebenarannya, namun sudah tentu dengan sederet catatan-catatan.
Deretan catatan tersebut berhubungan dengan si pelaku ritual, juga ketentuan dari ritual dimaksud. Dari sisi si pelaku, tentu dia harus sungguh-sungguh, ikhlas, dan istikomah dalam menjalankan ritualnya. Sementara dari sisi ketentuan ritual, jelas berhubungan dengan aneka macam persyaratan, seperti tempat, saat mustajabah, juga berbagai sesaji yang dibutuhkan. Kalau kedua hal ini dapat terpenuhi dengan baik, maka berdasarkan pengalaman dari sejumlah kesaksian, sudah barang tentu ritual akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Memang, tak mudah membuktikan kebenaran di balik ritual mendatangkan uang ini. Ibaratnya, dari seribu orang yang melakukan ritual, barangkali hanya satu orang yang bisa membuktikan kebenarannya. Orang yang berhasil ini bukan semata-mata karena dia menjalankan ritual dengan benar, tapi sangat mungkin karena ada kriteria lain yang menjadi sebab pendorong keberhasilannya. Misalnya saja, orang ini memang memiliki alasan untuk melakukan ritual tersebut karena dia sangat membutuhkan uang untuk membayar utang, atau mencari biaya untuk pengobatan orang tuanya yang sakit keras. Karena jalan lahiriyah sudah buntu, maka jalan batiniah dipilihnya. Dengan sebab ini maka dia memiliki sugesti yang sangat kuat untuk bisa berhasil. Auto power sugesti ini merupakan modal yang sangat kuat baginya untuk berhasil, disamping dengan dukungan kesungguhan dan keikhlasannya dalam melakukan ritual.
Para Ulama Sufi dan Ahli Hikmah memang berkeyakinan bahwa ritual mendatangkan uang gaib ini tidak bisa digunakan untuk tujuan “main-main”. Maksudnya, siapapun yang ingin melakukan ritual ini harus benar-benar memiliki alasan yang kuat dan tepat, bukan hanya dengan maksud ingin mencoba-coba.
“Kalau dilakukan hanya dengan mencoba-coba, maka saya jamin ritual akan gagal!” ungkap Prayoga Gemilang, yang pernah membikin heboh dengan diktat gaibnya tentang upaya mendatangkan uang gaib. Menurutnya, hanya orang yang sungguh-sungguh terdesak oleh suatu kebutuhan, seperti harus segera membayar utang karena nyawanya terancam, yang bisa membuktikan keampuhan ritual ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Saipudin. Menurut paranormal muda yang juga pakar Ilmu Hikmah ini, banyak orang yang tergoda melakukan perburuan uang gaib atau melakukan ritual mendatangkan uang gaib, tanpa mengerti esensi yang sebenarnya dari ritual ini. Dia mengatakan, para pelaku ritual umumnya memang mengerjakannya dengan setengah hati, karena di awal mereka sesungguhnya sudah merasa ragu. Keraguan ini sangat mungkin terjadi karena pelaku tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
“Padahal, sugesti itu modal utama dalam ritual apa saja, sebab sugestilah yang menuntun ke arah keberhasilan. Walaupun ritualnya ampuh, kalau sugesti pelakunya lemah, maka besar kemungkinan tidak bisa menunjang keberhasilan. Atau, kalaupun berhasil tentu tidak memuaskan,” papar Saipudin, menegaskan.
Untuk membuktikan kebenaran pendapat tersebut, marilah kita simak cerita yang dituturkan oleh Muhi Juhana, tentang seorang sahabatnya yang bernama Surya. Sahabatnya ini, adalah seorang yang melakukan ritual peminjaman uang gaib…:
Ketika ditemui di rumahnya, Surya dengan gamblang menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai Bank Gaib itu memang benar-benar ada.
Dipaparkan oleh Surya, walau dia gagal dalam ritual tersebut, tetapi dia telah mencoba melakukan ritual yang sebenarnya tidak memerlukan biaya besar. Cukup tiga batang lilin merah yang sebelumnya telah diisi oleh seorang Kyai, wewangian dan membakar madat, serta berpakaian bersih saat melakukan ritual.
Sudah barang tentu, sebelumnya Surya diwajibkan untuk melakukan puasa mutih selama tiga hari tiga malam, yang dimulai pada hari Selasa. Tepatnya mulai Selasa, Rabu dan Kamis.
Malam Jum’atnya, dia tidak tidur sama sekali. Ketiga lilin merah itu dibakar dan diletakkan berjajar. Tak lupa Surya juga memakai wewangian dan membakar madat serta membaca amalan tertentu untuk mengundang khodam yang akan mengantarkan uang kepadanya.
Sebelumnya, sang Kyai berpesan kepada Surya, “Ingat, jangan sekali-kali membuka pintu jika terdengar ada yang mengetuk dari luar. Biarkan khodamnya masuk ke kamarmu sambil membawa uangnya!”
Ringkas cerita, saat Surya melakukan ritual di kamar khususnya malam itu, sementara isterinya membantunya dengan melakukan wiridan di kamar yang berbeda, sesuatu yang aneh memang terjadi. Sekitar pukul 02.30 WIB, lamat-lamat terdengar suara derap kaki kuda yang menghela kereta berhenti tepat di depan rumahnya. Dan tak lama kemudian, terdengar gedoran keras pada pintu depan rumah.
Mendengar gedoran yang keras tidak alang kepalang, dengan serta merta Surya pun bangkit karena jengkel. Dia lupa akan pesan sang Kyai. Dan ketika daun pntu dibukanya, dia tak melihat siapa pun. Yang ada hanyalah kegelapan malam. Ketika sadar, Surya pun menyesal. Dia telah melanggar pantangan. Dan uang yang amat diharapkan tidaklah didapatkan
Isteri Surya memberi kesaksian, “Saya melihat dengan jelas seolah tidak ada penghalang tembok sama sekali. Di luar sana, tampak ada seorang wanita cantik turun dari kereta kencana sambil membawa bungkusan yang digendong di belakang dengan kain. Mirip pedagang kain. Dan perempuan itu langsung saja menggedor pintu depan.”
Demikian kisah Muhi Juhana tentang sahabatnnya yang bernama Surya. Pengalaman Surya jelas telah membuktikan betapa Bank Gaib itu benar adanya. Sudah tentu, jika kita mau menjalani ritualnya dengan tulus, tekun dan sabar, maka kita akan mendapatkan uang yang kita harapkan. Namun, seperti yang disinggung Saipudin, kebanyakan orang yang melakukan ritual ini memang setengah hati. Maksudnya, kurang khusyuk dan tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
***
Masih ada kisah lain yang tak kalah menawan. Beberapa tahun silam, Misteri mempunyai sahabat bernama dr. Kadarisman yang waktu itu tinggal di dearah Rawamung, Jakarta Timur. Dokter spesialis mata ini dikenal sebagai orang yang zuhud dalam menjalankan agamanya. Sejak masih kanak-kanak sampai kuliah, dia selalu tekun bangun di tengah malam dan sholat Tahajjud.
Sampai suatu ketika saat Kadarisman masih kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dia terdesak uang untuk biaya ujian praktek. Jumlahnya waktu itu lumayan besar. Sebagai anak yatim yang sudah mandiri sejak kecil, Kadarisman tentu tidak bisa berharap kiriman uang dari keluarganya.
Di tengah kebingungan itu, Kadarisman bertemu orang tua yang sangat zuhud. Dari orang tua inilah dia memperoleh sebuah ritual yang diperuntukkan sebagai usaha menghadirkan uang dari alam gaib. Dengan kezuhudan dan ketakwaannya, Kadarisman lalu menjalankan ritual yang diperolehnya. Tiga hari menjalankan ritual dimaksud, hasilnya sungguh sangat menakjubkan. Suatu pagi, ketika Kadarisman ingin berganti pakaian, maka di bawah tumpukan pakaiannya terdapat uang kertas yang masih serba baru. Aneh bin ajaib! Jumlahnya sama persis dengan kebutuhannya untuk membayar uang ujian….
Demikianlah kisah menawan yang dialami oleh dr. Kadarisman, sahabat Misteri yang budiman. Menyimak kisah tersebut, maka jelas sekali bahwa uang gaib itu memang ada, tanpa kita perlu menanyakan di mana keberadaannya, sebab masalah gaib itu memang tak pernah bisa terjawab dengan tuntas.
Ditegaskan oleh Saipudin, perkara uang gaib ini sebenarnya tak perlu dipertentangkan lagi. Dalam beberapa kitab Ilmu Hikmah, memang terdapat petunjuk-petunjuk ritual untuk mendatangkan uang dari alam gaib.

Telah Di Buka Loket Bank Gaib

Fenomena uang gaib memang sesuatu yang nyaris sulit dipercaya. Sudah sejak lama orang berputar-putar pada sebuah pertanyaan: “Benarkah uang gaib ini ada dan bisa didatangkan?”
Memang, tak mudah menjawab pertanyaan tersebut, terlebih ketika kita menganalisis masalah uang gaib ini dari sudut logika. Tentu yang ada hanya kebuntuan belaka. Bagaimana mungkin ada tumpukan uang di alam nun jauh di seberang sana? Lalu, siapa yang memilikinya, dan bagaimana uang tersebut bisa tersedia? Yang paling membingungkan, dengan cara seperti apa uang itu bisa dihadirkan ke dunia nyata?Semua pertanyaan tersebut bisa membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya. Jangankan mencari jawabannya, untuk membayangkannya saja bisa membuat kita senewen.
Namun, kesenewenan itu juga yang membuat fenomena ini selalu menyedot perhatian. Terlebih di zaman krisis ekonomi seperti sekarang ini. Buktinya, ketika Misteri memuat artikel tentang Ritual Mendatangkan Uang di Bawah Sajadah, maka staf redaksi kami kewalahan menjawab telepon, belum lagi faks dan email. Semua pertanyaan dan surat yang masuk bernada sama dan sebangun, yakni: “Benarkah ritual tersebut bisa dibuktikan?”
Tentu, kami tidak dapat menjawab “benar” atau “tidak.” Namanya saja hal gaib, pasti tak mudah diberi label “benar” atau “tidak” bila kita belum membuktikannya sendiri, atau setidaknya pernah mendengar kesaksian dari seseorang yang pernah membuktikannya. Sinyalemen terakhir ini, setidaknya cukup menjadi alasan bagi Misteri bahwa ritual tersebut sangat mungkin kebenarannya, namun sudah tentu dengan sederet catatan-catatan.
Deretan catatan tersebut berhubungan dengan si pelaku ritual, juga ketentuan dari ritual dimaksud. Dari sisi si pelaku, tentu dia harus sungguh-sungguh, ikhlas, dan istikomah dalam menjalankan ritualnya. Sementara dari sisi ketentuan ritual, jelas berhubungan dengan aneka macam persyaratan, seperti tempat, saat mustajabah, juga berbagai sesaji yang dibutuhkan. Kalau kedua hal ini dapat terpenuhi dengan baik, maka berdasarkan pengalaman dari sejumlah kesaksian, sudah barang tentu ritual akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Memang, tak mudah membuktikan kebenaran di balik ritual mendatangkan uang ini. Ibaratnya, dari seribu orang yang melakukan ritual, barangkali hanya satu orang yang bisa membuktikan kebenarannya. Orang yang berhasil ini bukan semata-mata karena dia menjalankan ritual dengan benar, tapi sangat mungkin karena ada kriteria lain yang menjadi sebab pendorong keberhasilannya. Misalnya saja, orang ini memang memiliki alasan untuk melakukan ritual tersebut karena dia sangat membutuhkan uang untuk membayar utang, atau mencari biaya untuk pengobatan orang tuanya yang sakit keras. Karena jalan lahiriyah sudah buntu, maka jalan batiniah dipilihnya. Dengan sebab ini maka dia memiliki sugesti yang sangat kuat untuk bisa berhasil. Auto power sugesti ini merupakan modal yang sangat kuat baginya untuk berhasil, disamping dengan dukungan kesungguhan dan keikhlasannya dalam melakukan ritual.
Para Ulama Sufi dan Ahli Hikmah memang berkeyakinan bahwa ritual mendatangkan uang gaib ini tidak bisa digunakan untuk tujuan “main-main”. Maksudnya, siapapun yang ingin melakukan ritual ini harus benar-benar memiliki alasan yang kuat dan tepat, bukan hanya dengan maksud ingin mencoba-coba.
“Kalau dilakukan hanya dengan mencoba-coba, maka saya jamin ritual akan gagal!” ungkap Prayoga Gemilang, yang pernah membikin heboh dengan diktat gaibnya tentang upaya mendatangkan uang gaib. Menurutnya, hanya orang yang sungguh-sungguh terdesak oleh suatu kebutuhan, seperti harus segera membayar utang karena nyawanya terancam, yang bisa membuktikan keampuhan ritual ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Saipudin. Menurut paranormal muda yang juga pakar Ilmu Hikmah ini, banyak orang yang tergoda melakukan perburuan uang gaib atau melakukan ritual mendatangkan uang gaib, tanpa mengerti esensi yang sebenarnya dari ritual ini. Dia mengatakan, para pelaku ritual umumnya memang mengerjakannya dengan setengah hati, karena di awal mereka sesungguhnya sudah merasa ragu. Keraguan ini sangat mungkin terjadi karena pelaku tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
“Padahal, sugesti itu modal utama dalam ritual apa saja, sebab sugestilah yang menuntun ke arah keberhasilan. Walaupun ritualnya ampuh, kalau sugesti pelakunya lemah, maka besar kemungkinan tidak bisa menunjang keberhasilan. Atau, kalaupun berhasil tentu tidak memuaskan,” papar Saipudin, menegaskan.
Untuk membuktikan kebenaran pendapat tersebut, marilah kita simak cerita yang dituturkan oleh Muhi Juhana, tentang seorang sahabatnya yang bernama Surya. Sahabatnya ini, adalah seorang yang melakukan ritual peminjaman uang gaib…:
Ketika ditemui di rumahnya, Surya dengan gamblang menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai Bank Gaib itu memang benar-benar ada.
Dipaparkan oleh Surya, walau dia gagal dalam ritual tersebut, tetapi dia telah mencoba melakukan ritual yang sebenarnya tidak memerlukan biaya besar. Cukup tiga batang lilin merah yang sebelumnya telah diisi oleh seorang Kyai, wewangian dan membakar madat, serta berpakaian bersih saat melakukan ritual.
Sudah barang tentu, sebelumnya Surya diwajibkan untuk melakukan puasa mutih selama tiga hari tiga malam, yang dimulai pada hari Selasa. Tepatnya mulai Selasa, Rabu dan Kamis.
Malam Jum’atnya, dia tidak tidur sama sekali. Ketiga lilin merah itu dibakar dan diletakkan berjajar. Tak lupa Surya juga memakai wewangian dan membakar madat serta membaca amalan tertentu untuk mengundang khodam yang akan mengantarkan uang kepadanya.
Sebelumnya, sang Kyai berpesan kepada Surya, “Ingat, jangan sekali-kali membuka pintu jika terdengar ada yang mengetuk dari luar. Biarkan khodamnya masuk ke kamarmu sambil membawa uangnya!”
Ringkas cerita, saat Surya melakukan ritual di kamar khususnya malam itu, sementara isterinya membantunya dengan melakukan wiridan di kamar yang berbeda, sesuatu yang aneh memang terjadi. Sekitar pukul 02.30 WIB, lamat-lamat terdengar suara derap kaki kuda yang menghela kereta berhenti tepat di depan rumahnya. Dan tak lama kemudian, terdengar gedoran keras pada pintu depan rumah.
Mendengar gedoran yang keras tidak alang kepalang, dengan serta merta Surya pun bangkit karena jengkel. Dia lupa akan pesan sang Kyai. Dan ketika daun pntu dibukanya, dia tak melihat siapa pun. Yang ada hanyalah kegelapan malam. Ketika sadar, Surya pun menyesal. Dia telah melanggar pantangan. Dan uang yang amat diharapkan tidaklah didapatkan
Isteri Surya memberi kesaksian, “Saya melihat dengan jelas seolah tidak ada penghalang tembok sama sekali. Di luar sana, tampak ada seorang wanita cantik turun dari kereta kencana sambil membawa bungkusan yang digendong di belakang dengan kain. Mirip pedagang kain. Dan perempuan itu langsung saja menggedor pintu depan.”
Demikian kisah Muhi Juhana tentang sahabatnnya yang bernama Surya. Pengalaman Surya jelas telah membuktikan betapa Bank Gaib itu benar adanya. Sudah tentu, jika kita mau menjalani ritualnya dengan tulus, tekun dan sabar, maka kita akan mendapatkan uang yang kita harapkan. Namun, seperti yang disinggung Saipudin, kebanyakan orang yang melakukan ritual ini memang setengah hati. Maksudnya, kurang khusyuk dan tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
***
Masih ada kisah lain yang tak kalah menawan. Beberapa tahun silam, Misteri mempunyai sahabat bernama dr. Kadarisman yang waktu itu tinggal di dearah Rawamung, Jakarta Timur. Dokter spesialis mata ini dikenal sebagai orang yang zuhud dalam menjalankan agamanya. Sejak masih kanak-kanak sampai kuliah, dia selalu tekun bangun di tengah malam dan sholat Tahajjud.
Sampai suatu ketika saat Kadarisman masih kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dia terdesak uang untuk biaya ujian praktek. Jumlahnya waktu itu lumayan besar. Sebagai anak yatim yang sudah mandiri sejak kecil, Kadarisman tentu tidak bisa berharap kiriman uang dari keluarganya.
Di tengah kebingungan itu, Kadarisman bertemu orang tua yang sangat zuhud. Dari orang tua inilah dia memperoleh sebuah ritual yang diperuntukkan sebagai usaha menghadirkan uang dari alam gaib. Dengan kezuhudan dan ketakwaannya, Kadarisman lalu menjalankan ritual yang diperolehnya. Tiga hari menjalankan ritual dimaksud, hasilnya sungguh sangat menakjubkan. Suatu pagi, ketika Kadarisman ingin berganti pakaian, maka di bawah tumpukan pakaiannya terdapat uang kertas yang masih serba baru. Aneh bin ajaib! Jumlahnya sama persis dengan kebutuhannya untuk membayar uang ujian….
Demikianlah kisah menawan yang dialami oleh dr. Kadarisman, sahabat Misteri yang budiman. Menyimak kisah tersebut, maka jelas sekali bahwa uang gaib itu memang ada, tanpa kita perlu menanyakan di mana keberadaannya, sebab masalah gaib itu memang tak pernah bisa terjawab dengan tuntas.
Ditegaskan oleh Saipudin, perkara uang gaib ini sebenarnya tak perlu dipertentangkan lagi. Dalam beberapa kitab Ilmu Hikmah, memang terdapat petunjuk-petunjuk ritual untuk mendatangkan uang dari alam gaib.

Bank Gaib di Era Modern


Bank Ghoib merupakan salah satu wahana pesugihan yang paling banyak dicari oleh orang-orang yg ingin cepat kaya dengan jalan pintas. jenis pesugihan ini tergolong sangat mudah untuk memilikinya, yaitu cukup dengan memiliki sebuh kotak ghoib berasal dari alam ghoib yg setiap bulannya dapat menghasilkan uang yg jumlahnya mencapai ratusan juta.
jika ingin mendapatkan bank ghoib . syaratnya cukup mudah. sarana yang harus disediakan oleh pelaku pesugihan adalah ubo rampe  yg ditumbalkan melalui upacara ritual yg dilakukan oleh paranormal khusus yg mumpuni. Konon, hanya Ki Hadi ( Nama Samaran ) paranormal yg menguasai khodam bank ghoib, artinya hanya kepada beliau anda bisa meminta pertolongan untuk mendapatkan kekayaan yg melimpah ruah tersebut.

Apa yang disebut sebagai Bank Ghoib memang sangat berbeda dengan pesugihan jenis lainnya. pelaku bisa langsung mendapatkan uang tunai dalam jumlah milyaran rupiah.
Bank Ghoib persisnya berupa pepunden yang sudah sangat kuno. Jika dilihat dari fisiknya, tempat pesugihan ini hanyalah berbentuk sebuah pohon / Kuburan tua yg berusia ribuan tahun.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun majalah Supranatural, Bank Ghoib ini sudah banyak memiliki nasabah yang tersebar di berbagai tempat di indonesia,. Konon, mereka yang berhasil melakukan peminjaman uang bisa mendapatkan uang dalam jumlah amat besar mencapai milyaran rupiah.
“Ini bukan dongeng, Mas..! saya sudah membuktikannya. saya dapat pinjaman uang tiga milyar lebih, dan sekarang sudah memiliki show room mobil. Makanya saya minta pertolongan dengan ki Hadi kata Sadiman, salah seorang yang berhasil memiliki bank ghoib tanpa ragu dan malu.
Ketika ditanya apakah dia tidak takut dengan akibatnya di kelak kemudian hari, maka jawabnya,” apa yg mesti ditakutkan mas… Bang ghoib ini tidak minta tumbal nyawa.., kita hanya diharuskan rajin memberikan sumbangan kepada ki Hadi sebagai juru kunci setiap tahunnya guna dibelikan tUbo rampe agar pesugihan ini terus menghasilkan uang dan langgeng.
sekarang saya sudah kaya raya. Capek jadi kere terus-terusan. Saya juga ingin membahagiakan anak dan isteri.
memang banyak orang-orang yang menggunakan berbagai cara agar bisa kaya raya seperti Sadiman. Apalagi di tengah situasi zaman yang serba sulit seperti sekarang ini.
UANG TUNAI DIDAPAT
Menurut keterangan ki jitu, untuk mendapatkan pesugihan ini, pelaku hanya cukup menyiapkan uang sebagai mahar/mas kawin sebesar 9 juta rupiah untuk pelaku pesugihan yg sekedar meminta uang ghoib,atau mas kawin sebesar 17  juta bagi pelaku yg meminjam uang di bank ghoib, uang tersebut sebagai sesaji yang harus dipenuhi oleh pelaku untuk membeli, uborampe, minyak jafaron,foniswalla, apel jin, kembang setaman, kemenyan atau yosua, nasi tumpeng,ayam panggang i, serta perlengkapan lain-lain.
Setelah semua sesaji lengkap, ki Hadi akan melakukan ritual.dan ritual ini harus dilakukan pada hari tertentu Akan lebih afdol, jika ritual dilakukan pada malam Jum’at yang keramat, yakni malam Jum’at Legi atau Kliwon.
“Syarat-syaratnya harus dipenuhi. Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang. Kalau kurang, pasti tidak akan ada respon dari pemilik bank ghoib di alam sana,” tuturnya.
Bila semua persyaratan sudah dilengkapi, ki jitu akan melakukan ritualnya. pelaku cukup menunggu dirumah dengan tenang . setelah proses ritual selesai, dalam 1 hari Ki Hadi akan memberikan sebuah kotak kuno yang harus disimpan dalam kamar khusus dirumahnya .
“Asal sesaji yang dipersembahkan diterima oleh sang penguasa ghoib, dalam kurun waktu antara 1-3 hari, maka uang tunai akan langsung masuk kedalam kotak ghoib tersebut” tandasnya
Lebih lanjut dijelaskan olehnya, di Bank ghoib, sesungguhnya ada dua pilihan bagi pelaku yang ingin mendapatkan uang tunai. Pilihan pertama adalah dengan cara meminjam, dan yang kedua adalah dengan cara meminta. Jika meminta, biasanya maka yang didapat oleh pelaku cuma sekedarnya saja. Suatu misal, pelaku betul-betul kepepet karena ditagih utang dan harus segera membayar. maka pelaku akan diberi oleh sang penguasa gaib sebatas besarnya utang si pelaku. ini tanpa tumbal apapun. Yang penting, si pelaku benar-benar tengah dikejar utang.
“Kalau berbohong, jangan harap akan diberi. Malahan bisa saja dia celaka!” Tandas ki Hadi
Jika pelaku mengatakan ingin mendapat pinjaman, maka akan lain lagi nilai yang diperoleh. “Pelaku tinggal menyebut angka nominal yang diinginkannya,” ki Hadi akan menyebutkan bahwa penguasa gaib dapat memberikan pinjaman uang sesuai dengan permintaan pelaku pesugihan (tidak terbatas ).
“ jadi pelaku dapat meminjam uang sesuai dengan kebutuhan & keinginannya. Masalah jumlah pencairannya, bank ghoib akan mengirimkannya melalui kotak ghoib setiap bulan, per bulan paling sedikit sekitar 200 juta dikirim. sampai mencukupi sesuai kebutuhan pelaku
Ketika lebih lanjut ditanyakan tentang orang-orang yang telah sukses dengan bank ghoib , ki Hadid engan blak-blakan mengatakan sudah ratusan orang yang berhasil dan menyebut beberapa nama. Di antaranya, Margono warga Bodak, Purwodadi, Jawa Tengah, Adji Saputro dari Jakarta serta seorang berinisial SHB yang menurut ki Hadi , berprofesi sebagai wartawan di Jakarta.
“Itu hanya sebagian yang saya sebutkan. Yang jelas, banyak sekali yang sukses. ada juga wartawan. Tapi jangan tersinggung lho, Mas!” Tutur ki Hadi dengan nada setengah bercanda.
Masih menurut cerita, walau beliau sering didatangi para pencari pesugihan yang menginginkan uang tunai, baik itu yang pinjam milyaran rupiah maupun yang diberi secara cuma-cuma, tapi dana yang bersedia di Bank Gaib , takkan habis. Pasalnya, menurutnya, tersedia uang tunai sebanyak tiga ribu kontainer besar.
“Hingga kini, yang dibuka baru satu kontainer. Itupun belum ada seper sepuluh dari isi container itu yang telah dipinjamkan kepada para nasabah,” tandas ki Hadi yang mengaku bisa melihat keberadaan uang tersebut dengan kekuatan mata batinnya.
Bahkan, menurutnya lagi, di bank gaib tersebut juga ada sistem seperti juga layaknya ada sistem administrasi yang berlaku di sebuah bank di alam manusia.“Bank ghoib itu juga punya karyawan, mereka inilah yang mendata besarnya pinjaman serta jumlah nasabah yang meminjam,” cerita ki Hadi
Seperti halnya tempat pesugihan lain, pesugihan Bank Gaib juga meminta tumbal. Namun menurut ki jitu, penguasa ghoib tidak mau diberi tumbal nyawa orang, tumbalnya cukup setiap tahun dengan menyediahkan Uborampe guna dipersembahkan kepada penguasa ghoib pemilik bank ghoib.hanya itu saja persyaratannya, dan tidak ada tumbal lain.
Jika pesugihan lain biasanya pelaku akan menjadi abdi sang penguasa gaib sebelum takdirnya tiba, tapi tidak demikian dengan pesugihan bank ghoib. Menurut ki jitu, pelaku pesugihan ini tidak diharuskan mengembalikan pinjaman kepada bank ghoib,tetapi hanya diwajibkan untuk melakukan ritual-ritual harian, ritual bulanan, berpantang makanan tertentu,bersedekah dengan orang yg telah ditentukan goib serta memberikan tumbal 1 ekor sapi bule setiap tahun kepada pengusa ghoib, apabila pelaku lalai melakukan kewajibannya & lalai memberikan tumbal, maka harta benda akan lenyap dalam sekejap mata.tetapi apabila rutin melakukan ritual serta rutin mempersembahkan tumbal setiap tahun, maka harta akan terus bertambah menjadi banyak & melimpah ruah.
demikian cerita singkat ki Hadi,apabila anda tertarik untuk memiliki bank ghoib silahkan kirim e-mail ke alamat diatas.

Bank Gaib di Era Modern


Bank Ghoib merupakan salah satu wahana pesugihan yang paling banyak dicari oleh orang-orang yg ingin cepat kaya dengan jalan pintas. jenis pesugihan ini tergolong sangat mudah untuk memilikinya, yaitu cukup dengan memiliki sebuh kotak ghoib berasal dari alam ghoib yg setiap bulannya dapat menghasilkan uang yg jumlahnya mencapai ratusan juta.
jika ingin mendapatkan bank ghoib . syaratnya cukup mudah. sarana yang harus disediakan oleh pelaku pesugihan adalah ubo rampe  yg ditumbalkan melalui upacara ritual yg dilakukan oleh paranormal khusus yg mumpuni. Konon, hanya Ki Hadi ( Nama Samaran ) paranormal yg menguasai khodam bank ghoib, artinya hanya kepada beliau anda bisa meminta pertolongan untuk mendapatkan kekayaan yg melimpah ruah tersebut.

Apa yang disebut sebagai Bank Ghoib memang sangat berbeda dengan pesugihan jenis lainnya. pelaku bisa langsung mendapatkan uang tunai dalam jumlah milyaran rupiah.
Bank Ghoib persisnya berupa pepunden yang sudah sangat kuno. Jika dilihat dari fisiknya, tempat pesugihan ini hanyalah berbentuk sebuah pohon / Kuburan tua yg berusia ribuan tahun.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun majalah Supranatural, Bank Ghoib ini sudah banyak memiliki nasabah yang tersebar di berbagai tempat di indonesia,. Konon, mereka yang berhasil melakukan peminjaman uang bisa mendapatkan uang dalam jumlah amat besar mencapai milyaran rupiah.
“Ini bukan dongeng, Mas..! saya sudah membuktikannya. saya dapat pinjaman uang tiga milyar lebih, dan sekarang sudah memiliki show room mobil. Makanya saya minta pertolongan dengan ki Hadi kata Sadiman, salah seorang yang berhasil memiliki bank ghoib tanpa ragu dan malu.
Ketika ditanya apakah dia tidak takut dengan akibatnya di kelak kemudian hari, maka jawabnya,” apa yg mesti ditakutkan mas… Bang ghoib ini tidak minta tumbal nyawa.., kita hanya diharuskan rajin memberikan sumbangan kepada ki Hadi sebagai juru kunci setiap tahunnya guna dibelikan tUbo rampe agar pesugihan ini terus menghasilkan uang dan langgeng.
sekarang saya sudah kaya raya. Capek jadi kere terus-terusan. Saya juga ingin membahagiakan anak dan isteri.
memang banyak orang-orang yang menggunakan berbagai cara agar bisa kaya raya seperti Sadiman. Apalagi di tengah situasi zaman yang serba sulit seperti sekarang ini.
UANG TUNAI DIDAPAT
Menurut keterangan ki jitu, untuk mendapatkan pesugihan ini, pelaku hanya cukup menyiapkan uang sebagai mahar/mas kawin sebesar 9 juta rupiah untuk pelaku pesugihan yg sekedar meminta uang ghoib,atau mas kawin sebesar 17  juta bagi pelaku yg meminjam uang di bank ghoib, uang tersebut sebagai sesaji yang harus dipenuhi oleh pelaku untuk membeli, uborampe, minyak jafaron,foniswalla, apel jin, kembang setaman, kemenyan atau yosua, nasi tumpeng,ayam panggang i, serta perlengkapan lain-lain.
Setelah semua sesaji lengkap, ki Hadi akan melakukan ritual.dan ritual ini harus dilakukan pada hari tertentu Akan lebih afdol, jika ritual dilakukan pada malam Jum’at yang keramat, yakni malam Jum’at Legi atau Kliwon.
“Syarat-syaratnya harus dipenuhi. Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang. Kalau kurang, pasti tidak akan ada respon dari pemilik bank ghoib di alam sana,” tuturnya.
Bila semua persyaratan sudah dilengkapi, ki jitu akan melakukan ritualnya. pelaku cukup menunggu dirumah dengan tenang . setelah proses ritual selesai, dalam 1 hari Ki Hadi akan memberikan sebuah kotak kuno yang harus disimpan dalam kamar khusus dirumahnya .
“Asal sesaji yang dipersembahkan diterima oleh sang penguasa ghoib, dalam kurun waktu antara 1-3 hari, maka uang tunai akan langsung masuk kedalam kotak ghoib tersebut” tandasnya
Lebih lanjut dijelaskan olehnya, di Bank ghoib, sesungguhnya ada dua pilihan bagi pelaku yang ingin mendapatkan uang tunai. Pilihan pertama adalah dengan cara meminjam, dan yang kedua adalah dengan cara meminta. Jika meminta, biasanya maka yang didapat oleh pelaku cuma sekedarnya saja. Suatu misal, pelaku betul-betul kepepet karena ditagih utang dan harus segera membayar. maka pelaku akan diberi oleh sang penguasa gaib sebatas besarnya utang si pelaku. ini tanpa tumbal apapun. Yang penting, si pelaku benar-benar tengah dikejar utang.
“Kalau berbohong, jangan harap akan diberi. Malahan bisa saja dia celaka!” Tandas ki Hadi
Jika pelaku mengatakan ingin mendapat pinjaman, maka akan lain lagi nilai yang diperoleh. “Pelaku tinggal menyebut angka nominal yang diinginkannya,” ki Hadi akan menyebutkan bahwa penguasa gaib dapat memberikan pinjaman uang sesuai dengan permintaan pelaku pesugihan (tidak terbatas ).
“ jadi pelaku dapat meminjam uang sesuai dengan kebutuhan & keinginannya. Masalah jumlah pencairannya, bank ghoib akan mengirimkannya melalui kotak ghoib setiap bulan, per bulan paling sedikit sekitar 200 juta dikirim. sampai mencukupi sesuai kebutuhan pelaku
Ketika lebih lanjut ditanyakan tentang orang-orang yang telah sukses dengan bank ghoib , ki Hadid engan blak-blakan mengatakan sudah ratusan orang yang berhasil dan menyebut beberapa nama. Di antaranya, Margono warga Bodak, Purwodadi, Jawa Tengah, Adji Saputro dari Jakarta serta seorang berinisial SHB yang menurut ki Hadi , berprofesi sebagai wartawan di Jakarta.
“Itu hanya sebagian yang saya sebutkan. Yang jelas, banyak sekali yang sukses. ada juga wartawan. Tapi jangan tersinggung lho, Mas!” Tutur ki Hadi dengan nada setengah bercanda.
Masih menurut cerita, walau beliau sering didatangi para pencari pesugihan yang menginginkan uang tunai, baik itu yang pinjam milyaran rupiah maupun yang diberi secara cuma-cuma, tapi dana yang bersedia di Bank Gaib , takkan habis. Pasalnya, menurutnya, tersedia uang tunai sebanyak tiga ribu kontainer besar.
“Hingga kini, yang dibuka baru satu kontainer. Itupun belum ada seper sepuluh dari isi container itu yang telah dipinjamkan kepada para nasabah,” tandas ki Hadi yang mengaku bisa melihat keberadaan uang tersebut dengan kekuatan mata batinnya.
Bahkan, menurutnya lagi, di bank gaib tersebut juga ada sistem seperti juga layaknya ada sistem administrasi yang berlaku di sebuah bank di alam manusia.“Bank ghoib itu juga punya karyawan, mereka inilah yang mendata besarnya pinjaman serta jumlah nasabah yang meminjam,” cerita ki Hadi
Seperti halnya tempat pesugihan lain, pesugihan Bank Gaib juga meminta tumbal. Namun menurut ki jitu, penguasa ghoib tidak mau diberi tumbal nyawa orang, tumbalnya cukup setiap tahun dengan menyediahkan Uborampe guna dipersembahkan kepada penguasa ghoib pemilik bank ghoib.hanya itu saja persyaratannya, dan tidak ada tumbal lain.
Jika pesugihan lain biasanya pelaku akan menjadi abdi sang penguasa gaib sebelum takdirnya tiba, tapi tidak demikian dengan pesugihan bank ghoib. Menurut ki jitu, pelaku pesugihan ini tidak diharuskan mengembalikan pinjaman kepada bank ghoib,tetapi hanya diwajibkan untuk melakukan ritual-ritual harian, ritual bulanan, berpantang makanan tertentu,bersedekah dengan orang yg telah ditentukan goib serta memberikan tumbal 1 ekor sapi bule setiap tahun kepada pengusa ghoib, apabila pelaku lalai melakukan kewajibannya & lalai memberikan tumbal, maka harta benda akan lenyap dalam sekejap mata.tetapi apabila rutin melakukan ritual serta rutin mempersembahkan tumbal setiap tahun, maka harta akan terus bertambah menjadi banyak & melimpah ruah.
demikian cerita singkat ki Hadi,apabila anda tertarik untuk memiliki bank ghoib silahkan kirim e-mail ke alamat diatas.